Langsung ke konten utama

Tak Tau Arah

Ilalang, dulu kau tampak gembira selalu
Ilalang, tapi sekarang kau tampak kecewa
Mengapa begitu?
Siapa yang tau?
Tak ada yang tau...

Mungkin ilalang kau tak menyadari..
Betapa pentingnya sebuah batang kayu yang kokoh!
Tak hanya harus selalu mengikuti kemana angin pergi,
Agar kau tak menanggung kekecewaan

Setelah kau merasakan betapa sakitnya saat terbakar,
Siapa yang mau disalahkan?
Tak mungkin kau mau disalahkan, apalagi aku.

Sudahlah terima saja takdirmu ini
Semua tak akan bisa kembali
Tapi yang akan terjadi kemudian hari bisa saja berubah
Jadilah pupuk, percaya padaku.

Komentar